Macam-Macam Perintah Dasar Pada Linux

#IklanBawahJudul
#Iklan

Macam-Macam Perintah Dasar Pada Linux

Mungkin dulu Linux masih dipandang sebelah mata oleh pengguna komputer di dunia, namun sekarang dengan berbagai pengembangan yang dilakukan oleh user dan developer, linux telah menjadi salah satu sistem operasi yang “mungkin” bisa menjadi pesaing windows. Sudah saatnya di zaman modern ini user dilibatkan dalam proses pengembangan sistem operasi.
Sebagai tugas kuliah mata kuliah sistem operasi 😀 tidak ada salahnya untuk memposting tugas mengenai beberapa perintah dasar linux. Hehe 😀 . Meskipun udah banyak bertebaran, paling tidak segelintir ilmu ini akan saya tanamkan di blog pribadi saya (#lebaymodeon). Oke langsung saja kita belajar perintah dasar linux.
1. sudo su : Digunakan untuk login sebagai root/pengguna tertinggi
1
2. login : Digunakan untuk login sebagai user lain, namun harus menjadi root dulu untuk bisa menjalankan peirntah ini.
2
3. date : Melihat tanggal dan waktu saat ini
$ cal [bulan] [tahun] : Melihat bulan di tahun tertentu
3a
cal –y : Melihat kalender pada tahun ini
3b
4. hostname : Melihat distro yang dipakai
4
Uname [option] : Perintah ini akan menampilkan informasi system komputer anda, antara lain tipe mesin komputer, hostname, nama dan versi system operasi dan tipe prosesor. Informasi yang anda dapatkan sesuai dengan opsi yang anda berikan. Option yang bisa ditambahkan adalah sebagai berikut :
OPTIONFUNGSI
-a, -allmenampilkan semua informasi
-m, -machinemenampilkan tipe mesin/perangkat keras
-n, -nodenamemenampilkan hostname
-r, -releasemenampilkan rilis dari kernel sistem operasi
4e
5. who : Mencetak semua nama pengguna yang sedang login
whoami : Mencetak pengguna saat ini dan nama ID
5
6. pwd : Digunakan untuk memperlihatkan di direktori mana posisi kita berada sekarang.
6
7. man [syntax] : Menampilkan bantuan untuk beberapa perintah
7
Setelah perintah di atas dieksekusi maka akan muncul penjelasan mengenai syntax pwd seperti di bawah ini :
7a
8. clear : Membersihkan / menghapus perintah di terminal
8
Setelah perintah di atas dieksekusi maka terminal akan menampilkan lembar kosong dan semua perintah sebelumnya tak terlihat. Namun ketika kita menscroll terminal, maka perintah sebelumnya masih tersimpan.
9. apropos [syntax] : Mengetahui perintah-perintah apa saja dilihat dari fungsinya secara massal.
9
Setelah perintah di atas dieksekusi, maka akan muncul perintah-perintah yang berhubungan dengan syntax dir seperti di bawah ini :
9a
10. whatis [syntax] : Mendapatkan informasi dari perintah secara singkat.
10
11. ls [option] : Perintah ini berfungsi untuk menampilkan isi dari suatu directory beserta atribut filenya.
OPTIONFUNGSI
-abila anda ingin menampilkan semua file dan folder, termasuk file dan folder yang tersembunyi
-Asama dengan -a, tetapi tidak menampilkan direktori . dan ..
-Cmenampilkan direktori dengan output berbentuk kolom
-dmenampilkan direktori saja, isi direktori tidak ditampilkan
-fmenampilkan isi direktori tanpa diurutkan
-lmenampilkan isi direktori secara lengkap, mulai dari hak akses, owner, group dan tanggal file atau direktori tersebut dibuat
-1menampilkan isi direktori dengan format satu direktori per baris
11
12. touch [nama_file] : Digunakan untuk membuat file baru.
12
Ketika kita menuju pada folder home, maka akan muncul file baru seperti di bawah ini :
12a
13. mkdir [nama_direktori] : Digunakan membuat sebuah directory.
13
Ketika kita menuju pada folder home, maka akan muncul folder baru seperti di bawah ini :
13a
14. cd [alamat_direktori] : Digunakan untuk berpindah direktori
14a
cd .. digunakan untuk keluar dari direktori
15. cp /[direktori]/[file_yang_ingin_dicopy] /[direktori tujuan] : Digunakan untuk melakukan copy file.
15
Setelah perintah di atas dieksekusi, maka akan terdapat file_ila.txt di folder percobaan seperti di bawah ini :
15a
16. mv : Digunakan untuk melakukan memindahkan, cut atau rename file.
Syntax : $ mv /[direktori]/[file_yang_ingin_dicut] /[direktori tujuan] (cut)
$ mv /[direktori]/[file_yang_ingin_direname] /[nama_baru_file] (rename)
16
Setelah perintah di atas dieksekusi, maka file_ila.txt akan terhapus dari folder percobaan dan berpindah ke folder home seperti di bawah ini :
16a
16b
17. rm [nama_file] : Digunakan untuk menghapus file.
17
17a
rmdir [nama_file] : Digunakan untuk menghapus direktori yang kosong.
17b
Pada contoh di atas kita tidak bisa menghapus folder percobaan karena masih terdapat file di dalamnya.
17c
Kondisi sebelum perintah di atas dieksekusi :
17d
Kondisi setelah perintah di atas dieksekusi :
17e
rm –rf [nama_direktori] : Digunakan menghapus direktori yang didalamnya terdapat file
17f
Kondisi setelah perintah di atas dieksekusi :
17g
18. more [nama_file] : Digunakan untuk menampilkan isi sebuah file
18
19. cat > [nama_file] : Kita akan menggunakan perintah cat yang telah tersedia secara default di shell linux.
cat > [nama_file] : Membuat File dengan nama test
cat [nama_file] : Melihat isi file test
cat > > [nama_file] : Penambahan untuk file test
19
cat file1 file2 file3 > file4 : Memasukkan sebuah isi dari suatu file ke dalam file yang lain.
19a
21. cut [option] file : Mendefinisikan suatu file yang berisi data berdasarkan kolom
Perintah di bawah ini akan menampilkan isi dari ila_file.txt pada kolom 1 sampai 10
21
22. find /path [option] : Dari namanya sudah dapat diterka bahwa perintah ini berfungsi untuk mencari file ataupun directori
22
23. grep [option] “data” file : Perintah ini berguna untuk pencarian data di dalam file, penggunaan grep akan lebih mengefisienkan waktu ketimbang harus membaca satu persatu.
23
24. ln -s /path/to/source target : Kegunaan perintah ini adalah untuk membuat link dari satu file/directori ke file/directori lain.
24
25. locate [something] : Perintah ini digunakan untuk mengetahui dimana letaknya sebuah file atau directori. Fungsinya kurang lebih sama dengan find, bedanya locate menggunakan sebuah database (biasanya terletak di /var/lib/locatedb ) yang dapat di update menggunakan perintah updatedb.
25
26. dir : Memiliki fungsi yang sama dengan perintah ls, yaitu menampilkan is direktori. Anda bisa membuka manual dari perintah dir. Pemberian option dan argument sama dengan perintah ls.
26
27. tail [option] [namafile] : Perintah ini berlawanan dengan perintah cut, tail mendefinisikan sebuah data pada file menurut barisnya. Sedikit perbedaan adalah pada tail secara default ditampilkan 10 baris terakhir dari isi file. Namun jika kita ingin beberapa baris terakhir kita bisa menggunakan option –[baris] seperti contoh di bawaj ini :
27
28. wc [option] [nama_file] : Perintah untuk menampilkan jumlah baris, jumlah kata dan ukuran dari sebuah file.
28
29. sort [option] [nama_file] : Apabila anda ingin menampilkan isi file teks secara urut. Gunakan perintah ini.
29
30. logout : Digunakan untuk logout dari system
30
31. history : Melihat perintah yang telah dihentikan
31
32. Merestart Sytem
$ sudo su
# reboot
# init 6
32
Mematikan System
$ sudo su
# shutdown
# half
# init 0
# power off
32b
33. su [options] [Nama_User] : Perintah sudo su digunakan jika ingin berpindah dari user biasa ($) menjadi super user atau root (#)
33
Semoga 33 perintah dasar tadi bisa membuat pemula menjadi lebih bergairah untuk menggunakan linux. Hehe. Intinya semoga postingan ini bisa memberikan manfaat bagi orang banyak. Hehehe 😀
Sekian, Terima kasih 🙂
HALAMAN SELANJUTNYA:

#Iklan

#Iklan
#Iklan
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==
close